Perkenalan Tak Terduga
Perkenalan tak terduga berujung jatuh cinta.
Suara ayam berkokok menandakan pagi hari telah datang. Bulir bulir embun berjatuhan membasahi bumi. Sinar mentari menemaniku saat kaki ini akan dilangkahkan menuju tempat menuntut ilmu, tatkala aku memandang sinar yang kemerahan itu cahayanya meniupkan hangat dari upuk langit ke pelupuk mata. Angkutan umum pun yang sedari di tunggu akhirnya datang, aku naik dengan nada tersedu menandakan di dalam penuh sesak. Kendaraan berjalan dengan penuh kepercayaan, rodanya berputar menelusuri arah tujuan, sembari disaksikan matahari yang perlahan kian naik.
Keadaan sekitar sekolah dipenuhi ingar bingar kendaraan. Macet pun tak tertahankan bagai hiruk pikuk perkotaan. Aku masuk ke halaman sekolah menaiki tangga tanpa ada firasat apa pun. Melewati batas batas kelas sebelum akhirnya sampai di tempat tujuan terakhir. Tak ada yang lebih menyedihkan selain berpacu dengan tugas saat di ruang kelas, yang membuat semua lebih ringan hanya karena kehadiran kawan-kawan. Dan kita semua, tetaplah sama. Belajar, jika waktunya. Mengerjakan tugas, jika waktunya. Istirahat, jika waktunya. Pulang, jika waktunya. Yang membedakan dari kita semua adalah pola penerapannya. Seperti Itulah keseharianku selagi hari-hari sekolah.
Kenal dengan orang-orang di lingkungan sekolah memang begitu menyenangkan. Kita bisa banyak teman. Karena lebih baik mencari teman sebanyak-banyaknya dari pada harus mencari satu orang untuk dijadikan pujaan hati. Aku ingin kenal dan ingin punya banyak teman di sekolah ini tanpa membedakan dari mana asalnya, seperti apa keluarganya, seperti apa penampilannya. Hanya saja yang aku takutkan adalah apakah dia orang-orang yang baik ataukah dia orang-orang yang akan menjerumuskanku pada dunia yang kelam. Kita harus pandai dalam memilih yang demikian, karena satu kali saja salah melangkah kita akan terbawa-bawa dengan lingkungannya.
Tidak akan terasa saat mencari putih di hamparan hitam. Menemukan pohon di hutan belantara. Melihat bintang di kegelapan malam. Seperti mencari teman di tengah banyaknya orang. Beberapa minggu saja aku sudah kenal dengan banyak teman. Baik yang di dunia nyata maupun hanya sekedar kenal di dunia maya. Kalimat termaktub begitu indah tatkala kita mempunyai satu orang sahabat dari banyaknya teman di bumi ini. Teman mungkin hanya akan tahu siapa kamu, siapa namamu, dimana tempat tinggalmu tapi sahabat akan tahu semua tentangmu, akan menjelma bak laksana saudara bagimu. Indah.
Senja tiba menandakan malam akan datang. Langit membias jingga kemerahan, perlahan mentari mulai tenggelam. Bulan mulai muncul, bintang-bintang menghiasi langit tatkala kegelapan sudah sepenuhnya datang. Angin malam menghela napasku tatkala ada satu notif berbunyi dari ponselku. Adalah satu orang yang tiba-tiba mengirimkan pesan pendek padaku. Waktu seakan berhenti saja saat akan membuka pesan itu. Tak seberapa isinya hanya berupa pertanyaan yang wajar untuk dilontarkan. Yang lebih membuatku tak menduga adalah balas membalas pesan dengannya terus berlanjut hingga esok. Perkenalan tak diduga lewat pesan pendek itu membawa kita pada sebuah perjumpaan yang sederhana.
Akan ada saatnya kau kenal dengan satu orang yang bakal membuatmu terperangkap dalam ruang lingkup pertemanan. Yang lebih mendebarkan setelahnya adalah rasa dalam hati mulai tumbuh diam-diam. ~
Penulis bisa ditemui di akun Instagram dan Twitter @imamrhmndn
Suara ayam berkokok menandakan pagi hari telah datang. Bulir bulir embun berjatuhan membasahi bumi. Sinar mentari menemaniku saat kaki ini akan dilangkahkan menuju tempat menuntut ilmu, tatkala aku memandang sinar yang kemerahan itu cahayanya meniupkan hangat dari upuk langit ke pelupuk mata. Angkutan umum pun yang sedari di tunggu akhirnya datang, aku naik dengan nada tersedu menandakan di dalam penuh sesak. Kendaraan berjalan dengan penuh kepercayaan, rodanya berputar menelusuri arah tujuan, sembari disaksikan matahari yang perlahan kian naik.
Keadaan sekitar sekolah dipenuhi ingar bingar kendaraan. Macet pun tak tertahankan bagai hiruk pikuk perkotaan. Aku masuk ke halaman sekolah menaiki tangga tanpa ada firasat apa pun. Melewati batas batas kelas sebelum akhirnya sampai di tempat tujuan terakhir. Tak ada yang lebih menyedihkan selain berpacu dengan tugas saat di ruang kelas, yang membuat semua lebih ringan hanya karena kehadiran kawan-kawan. Dan kita semua, tetaplah sama. Belajar, jika waktunya. Mengerjakan tugas, jika waktunya. Istirahat, jika waktunya. Pulang, jika waktunya. Yang membedakan dari kita semua adalah pola penerapannya. Seperti Itulah keseharianku selagi hari-hari sekolah.
Kenal dengan orang-orang di lingkungan sekolah memang begitu menyenangkan. Kita bisa banyak teman. Karena lebih baik mencari teman sebanyak-banyaknya dari pada harus mencari satu orang untuk dijadikan pujaan hati. Aku ingin kenal dan ingin punya banyak teman di sekolah ini tanpa membedakan dari mana asalnya, seperti apa keluarganya, seperti apa penampilannya. Hanya saja yang aku takutkan adalah apakah dia orang-orang yang baik ataukah dia orang-orang yang akan menjerumuskanku pada dunia yang kelam. Kita harus pandai dalam memilih yang demikian, karena satu kali saja salah melangkah kita akan terbawa-bawa dengan lingkungannya.
Tidak akan terasa saat mencari putih di hamparan hitam. Menemukan pohon di hutan belantara. Melihat bintang di kegelapan malam. Seperti mencari teman di tengah banyaknya orang. Beberapa minggu saja aku sudah kenal dengan banyak teman. Baik yang di dunia nyata maupun hanya sekedar kenal di dunia maya. Kalimat termaktub begitu indah tatkala kita mempunyai satu orang sahabat dari banyaknya teman di bumi ini. Teman mungkin hanya akan tahu siapa kamu, siapa namamu, dimana tempat tinggalmu tapi sahabat akan tahu semua tentangmu, akan menjelma bak laksana saudara bagimu. Indah.
Senja tiba menandakan malam akan datang. Langit membias jingga kemerahan, perlahan mentari mulai tenggelam. Bulan mulai muncul, bintang-bintang menghiasi langit tatkala kegelapan sudah sepenuhnya datang. Angin malam menghela napasku tatkala ada satu notif berbunyi dari ponselku. Adalah satu orang yang tiba-tiba mengirimkan pesan pendek padaku. Waktu seakan berhenti saja saat akan membuka pesan itu. Tak seberapa isinya hanya berupa pertanyaan yang wajar untuk dilontarkan. Yang lebih membuatku tak menduga adalah balas membalas pesan dengannya terus berlanjut hingga esok. Perkenalan tak diduga lewat pesan pendek itu membawa kita pada sebuah perjumpaan yang sederhana.
Akan ada saatnya kau kenal dengan satu orang yang bakal membuatmu terperangkap dalam ruang lingkup pertemanan. Yang lebih mendebarkan setelahnya adalah rasa dalam hati mulai tumbuh diam-diam. ~
Penulis bisa ditemui di akun Instagram dan Twitter @imamrhmndn

0 Response to "Perkenalan Tak Terduga"
Posting Komentar